sutrisno’s Blog

Just another Friendster Blogs weblog

HIDUP : sebuah suratan, pilihan atau perjuangan ?

Suatu pagi di tahun 2001, awalsebuah penelusuran yang panjang di ruas jalan tol jakarta - Serpong. Hari itu merupakan hari pertaamaku menjalani serangkaian tugas di kantor yang baru, di Jakarta barat. Karena aku tinggal di kawasan Serpong sehingga setiap pagi aku harus mondar mandir di jalan tol agar bisa sampai di kantor tepat waktu.

Lampu merah di perempatan ( mungkin sekarang sudah menjadi Perenaman/perdelapanan ) menyala. berhentilah aku sesaat. Dalam penantian aku coba membunuh sepi dengan mendengarkan lagu-lagu dari tape mobilku. Sambil mataku nanar melihat sekelilingku yang sesak dengan berbagai merek dan jenis mobil yang setiap hari berkontribusi meningkatkan kadar gas CO2 di jakarta. Sekelebat aku lihat seorang perempuan dengan perut buncit berada di sela2 mobil yang menunggu lampu hijau. dengan berpakaian yang agak sedikit aneh, berkaoskaki tapi hanya bersandal, baju rangkap 2 dengan lengan panjang di dalam dan tak lupa kecrekan dari tutup botol minuman. Sesaat kemudian, Aku merasa dia menuju ke arahaku dan selanjutnya dia menyapa, Selamat pagi Bapak. Adegan berikutnya, menyanyikan sebuah lagu yang entah dengan nada dasar apa. Seketika pikiranku melayang ke rumah, membayangkan istriku yang juga sedang hamil tua.

Bunyi klakson dari mobil di belakangku menyadarkanku. Lampu hijau sudah menyala. Setelah menyerahkan uang receh, bergegas aku tancap gas meninggalkan Tomang. Namun ada beribu pertanyaan yang menggelayuti pikiranku. Siapa perempuan tadi ?, Kenapa dia Hami ?, sudah menikahkah dia atau dia korban perkosaan ? Kalau sudah menikah, dimana suaminya ? tega sekali membiarkan istrinya yang sedang hamil harus menghirup asap knalpot setiap saat ?. Dan peristiwa itu terus berulang di hari - hari berikutnya.

Tahun 2008. Aku kembali menelusuri jalan tol jakarta - Serpong setelah beberapa tahun aku tinggalkan karena harus pindah tugas di luar kota. Perempatan Tomang kembali menjadi lintasanku. Semakin padat dan panjang antrian mobil yang menunggu lampu hijau menyala. Ditengah keasyikanku menikmati suasana, sekonyong-konyong aku melihat sosok yang sepertinya sangat aku kenal. ya, perempuan yang dulu hamil. Cara berpakaian masih seperti 7 tahun lalu, yang beda hanya sekarang ada anak seumur anakku di gendongannya. Dan sapaan sopannya kembali aku dengar, Selamat pagi Bapak. Ah….dunia.

7 tahun, selayaknya sebuah rentang waktu yang cukup panjang untuk merubah hidup. Dalam SabdaNYA : Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali mereka berusaha untuk merubahnya. Apakah perempuan itu sudah berusaha merubah nasibnya, namun pencariannya belum berhasil atau memang dia sudah memilih jalan hidupnya ? hanya Tuhan yang tahu. Terimakasih ya allah atas segala kemudahan dan keberkahan yang Engkau berikan kepada kami. 

Leave a Reply